Tak Bisa Berdialog dengan Jokowi, Pedagang Batik Pekalongan Kecewa

0
307

Pekalongankota.or.id, PEKALONGAN – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo berkunjung ke Pasar Batik Setono Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis sore, 22 November 2018. Namun, para pedagang mengaku kecewa karena tidak bisa berdialog dengan Jokowi.

Kunjungan Presiden Jokowi yang didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo di pasar tersebut berlangusng singkat. Karena jadwal yang padat, presiden hanya berjalan-jalan tanpa berdialog lama dengan para pedagang.

Jokowi sempat membeli beberapa potong batik dan langsung meninggalkan pasar tersebut. Padahal, banyak pedagang yang ingin berdialog langsung untuk menyampaikan keluhan mereka. Terutama soal ekonomi.

“Kesini cuma jalan jalan mas. Ke dalam sebentar terus keluar, istilahnya cuma mampir. Saya kecewa mas. Harusnya stanby sebentar ada sesi tanya jawa,” kata Mubarizi, salah seorang pedagang.

Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Pasar Batik Setono Kota Pekalongan, Kamis, 22 November 2018. (Foto: Syaifullah)

Dia mengaku ingin menyampaikan kesulitan ekonomi yang dialami para pedagang batik di kawasan pantura. Salah satunya kekhawatiran merosotnya penjualan batik dengan adanya pembangunan Tol Pejagan-Pemalang serta tol Pemalang – Batang yang sebentar lagi dioperasikan.

Menurut Mubarizi, dengan adanya jalan tol tersebut, masyarakat jadi enggan lewat jalan pantura. Otomatis mereka tidak mampir ke pusat batik yang berada di pinggir jalan pantura.

“Banyak keluhan dari pedagang ya masalah ekonomi.Kalau ekonomi lesu begini buat perputaran sendiri kurang. Ya mungkin karena tol juga. Cuma ini sudah dibangun pintu keluar enggak tahu ke depannya.”

Dia juga mengeluh tidak ada pembeli yang datang karena pintu masuk pasar ditutup sejak pagi oleh petugas. Sehingga omset penjualan menurun. “Omzetnya turun karena kawasan ini steril parkiran kosong,” katanya.

Iriana Joko Widodo saat berkunjung ke Pasar Batik Setono Kota Pekalongan, Kamis, 22 November 2018. (Foto: Syaifullah)

Sementara pedagang batik lain, mengaku senang karena presiden membeli salah satu batik bermotif bunga yang diberi nama batik Jokowi. Batik tersebut sengaja diberi nama Jokowi karena ia pernah melihat presiden Jokowi mengenakan batik bermotif tersebut.

Meski ia bandrol dengan harga Rp 300 ribu per potong. Tapi Jokowi membayar seharga Rp 400 ribu per potong.

“Ya kesini masuk dari sana langsung menuju kesini pilih ini. Ini kan motif Jokowi. Pak Jokowi tanya kenapa namanya motif Jokowi, saya bilang karena pernah melihat bapak pakai motif kayak ini. Beliau beli yang lengan panjang,” kata Monalisa, pedagang batik lain.

Antusias warga menyambut Presiden Jokowi terlihat sejak rombongan masuk ke halaman parkir Pasar Setono. Bahkan, warga rela berdesakan untuk bersalaman dan berfoto bersama dengan presiden. Aksi desak desakan pun terlihat hingga presiden masuk ke mobil untuk meninggalkan pasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here