Siap Gila-gilaan Urus Pendidikan

0
672

Pekalongankota.or.id, SEMARANG – Hadapi revolusi industri 4.0, Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP bersama jajarannya siap gila-gilaan mengurus pendidikan. Bahkan, pihaknya akan menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), membangun laboratorium pendidikan.

Gubernur Ganjar Pranowo mengungkapkan, pada periode kedua kepemimpinannya bersama Taj Yasin Maimoen, mereka fokus menggencarkan program pembangunan sumber daya manusia dengan sektor pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan program yang diusung Presiden RI Joko Widodo saat ini.

“Saya minta PGRI Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Tengah untuk menyiapkan perubahan yang revolutif menghadapi revolusi industri 4.0. Saya ingin gila-gilaan mengurus pendidikan. Makin hari kita makin bisa memperbaiki kondisi pendidikan. Kita dorong SDM agar terus berkembang,” kata Ganjar pada puncak peringatan HUT ke-73 PGRI dan Perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Tengah, di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu (8/12).

Selain gubernur, hadir sekitar 1.000 guru dari seluruh Jawa Tengah, Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Ketua PGRI Jateng Widadi.

Dakam kesempatan itu Ganjar juga menekankan agar kurikulum benar-benar disesuaikan dengan perkembangan zaman. Cara mengajar pun mesti lebih menarik dengan pemenuhan fasilitas yang memadai.

“Tugas kita sekarang, konsentrasi yuk. Kalau tadi PGRI Jawa Tengah menyelenggarakan lomba-lomba menulis inovasi kreasi mengajar dalam acara guru menulis, sekarang sudah jadi buku,” bebernya.

Buku kumpulan inovasi pembelajaran dari guru-guru di Jawa Tengah itulah, menurut mantan anggota DPR RI ini, akan menjadi modal awal revolusi sistem pendidikan yang lebih menyenangkan. Selain juga bakal menjadi harta bagi dunia pendidikan sebagai literatur inspiratif. Berbekal buku itu bakal bisa untuk merumuskan satu sistem perbaikan pendidikan.

“Saya istilahkan merevolusi sistem pendidikan. Selain itu akan ada semacam laboratorium yang akan kita bangun, serta pusat pendidikan dan pelatihan. Nanti kita carikan, yang dibutuhkan fasilitasnya apa, mereka kawan-kawan guru ini sudah punya metodenya,” jelas alumnus UGM ini.

Ganjar menunjuk contoh yang sudah dilakukan di Jakarta, di mana sudah ada metode pembelajaran dengan melakukan video conference dengan banyak negara di Eropa. Gurunya menjelaskan, sementara muridnya ikut belajar, termasuk robotik yang dibuat di sana.

“Ini cara yang sangat menarik, saya ingin di Jawa Tengah dibuat itu,” urainya.

Saat ini, pemerintah terus berupaya meningkatkan kemakmuran guru, termasuk guru non-PNS, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu juga sebagai kado istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional di Bogor beberapa waktu lalu.

“Guru-guru kemarin sudah diberikan satu fasilitas yang lebih baik khususnya yang punya problem dengan status honorer. Presiden sudah mengeluarkan PPPK, mestinya mereka lebih tenang hari ini sehingga pendapatannya jauh lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi mengatakan guru-guru di Jawa Tengah gencar melakukan inovasi dengan menciptakan segala stimulan. Bagaimana pun inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan guru, terlebih untuk menyiapkan generasi yang siap menjajaki masa revolusi industri 4.0.

“Beragam lomba, loka karya serta pelatihan terus kita lakukan. Dan hal itu akan semakin luar biasa dengan laboratorium pendidikan Jawa Tengah yang akan disiapkan pak Ganjar tadi,” tandasnya.

Penulis : Ib, Humas Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here