Bencana Rob di Kota Pekalongan, 2 Kecamatan Terendam Air, Lebih dari 2.000 Orang Diungsikan

0
316

Pekalongankota.or.id, Delapan Kelurahan dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat terendam air.

Adapun pemukiman di Kelurahan Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton di Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat terendam air.

Diterangkan Sekertaris Daerah Kota Pekalongan Sri Ruminingsih, akibat bencana tersebut lebih dari 2.000 orang mengungsi.

“Tempat pengungsian dibagi di beberapa titik, ada di Kecamatan Pekalongan Utara, SD Panjang Wetan 3, Citra Garden, Rusunawa Panjang Baru, Gor Jatayu, Stadion Hoegeng, aula kelurahan kandang panjang dan Jalan Patriot,” ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com di Gor Jatayu, Kamis (24/5/2018) dini hari.

Air mengepung pemukiman di Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5).
Air mengepung pemukiman di Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5). (tribunjateng/budi susanto)

 

Sri menambahkan, pihaknya telah menyiapkan logistik dan dapur umum di Gor Jatayu, Makam Pahlawan dan Jalan Patriot.

“Kebutuhan air minum dan selimut sedang kami siapkan, selain itu perlengkapan bayi juga sedang disiapkan,” jelasnya.

Dikarenakan dana darurat sudah digunakan untuk pasar darurat. Pihaknya meminta bantuan ke pihak yang ingin memberikan donasi.

“Kami butuh bantuan dari semua pihak, anggaran memang ada sebesar Rp 2 miliar tapi sudah digunakan untuk pasar darurat 1,5 miliar, kemungkinan sisanya masih Rp 300 juta,” tetangnya.

Adapun Komandan Kodim 0710 Letkol Infantri Muhammad Ridha yang turun ke lokasi bencana, menerangkan bencana rob yang melanda sepanjang pantai utara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Air mengepung pemukiman di Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5).
Air mengepung pemukiman di Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5). (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO)

 

“Bencana rob terjadi dari Rabu (23/5) pukul 17.30 WIB, kami juga akan membantu dengan menyisir kepemukiman untuk antisipasi jika ada yang membutuhkan dievakusi. Semoga rob yang melanda Kota Pekalongan dan Kabupaten cepat surut,” imbuhnya.

Data yang dihimpun Tribunjateng.com di lokasi bencana, di beberapa lokasi warga meminta listrik dipadamkan. Karena aset PLN terendam air dan mengeluarkan asap. (*)

Sumber : Tribunjateng.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here