Jadwal Buka dan Imsak Kota Pekalongan

0
494

Pekalongankota.or.id, PEKALONGAN – Umat muslim di Kota Pekalongan pada hari ini Senin, 6 Mei 2019 menjalankan ibadah puasa ke-1 atau bertepatan dengan 1 Ramadan 1440H. Sembari menunggu bedug buka puasa, umat muslim di Kota Medan dapat melakukan ngabuburit. Beberapa tempat ngabuburit di Kota Pekalongan antara lain; Masjid Jami Kauman Kota Pekalongan. Sementara untuk umat muslim di Kota Pekalongan sering ngabuburit dengan menyantap makanan atau minuman Tauto, sego megono, pindang tetel, kluban, sate Hayam Wuruk, garang asem, kripik tahu, lontong lemprak, ganyong, capret, kue lumpang, gethuk, ongol-ongol, srinthil, iwil-iwil, growol, apem kesesi, gemblong saat berbuka atau pun makan sahur. Sedangkan untuk ibadah sholat tarawih atau pun sholat subuh, zuhur, asar, maghrib, isya dapat dilakukan rumah atau masjid. Beberapa masjid di Kota Pekalongan yang dijadikan tempat tarawih antara lain, Masjid Jami Agung Pekalongan, Masjid Assyafi’i, Masjid Al-Ikhlas. Masjid-masjid di Kota Pekalongan itu bisa ditemukan di Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 17 Kauman, Jl.Urip Sumoharjo no.27 Rt.10 Rw.03, Kawasan Lapangan Jetayu No. 1, Panjang Wetan, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah 51141. Untuk lebih jelasnya, berikut jadwal buka dan imsak di Kota Pekalongan: Selain jadwal imsak, umat muslim juga senantiasa memahami keutamaan sholat tarawih seperti diriwayatkan Ali bin Abi Thalib ra. Bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya seseorang mengenai fadhilah (keutamaan) sholat tarawih di bulan Ramadhan, maka beliau berkata “(fadhilah tarawih) di malam Ramadan ke-1 adalah membebaskan seorang mu’min dari dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan ibunya. Sebagai pelengkap ibadah di bulan Ramadan, berikut tausiah harian yang dikutip dari situs Nahdatul Ulama: Bagaimana jika kita meniatkan puasa untuk sebulan penuh di awal Ramadan? Dengan niat sebulan penuh itu kita barangkali berharap tidak perlu berniat setiap malam. Taqiyyuddin Abu Bakar bin Muhammad Al-Hushni dalam Kifayatul Akhyar menerangkan: “Puasa tidak sah tanpa niat. Keharusan niat didasarkan pada hadis. Tempat niat itu di hati. Karenanya niat tidak disyaratkan secara lisan. Ketentuan ini disepakati bulat oleh ulama tanpa perbedaan pendapat. Niat puasa wajib dipasang setiap malam. Karena puasa dari hari ke hari sepanjang Ramadan merupakan ibadah terpisah. Coba perhatikan, bukankah puasa Ramadan sebulan tidak menjadi rusak hanya karena batal sehari? Kalau ada seseorang memasang niat puasa sebulan penuh di awal Ramadan, maka puasanya hanya sah di hari pertama.” Mempertimbangkan keterangan tersebut, dan betapa istimewanya puasa Ramadan, kita wajib memasang niat setiap malam. Salah satu cara terbaik untuk menghindari lupa niat adalah mengikuti Tarawih berjamaah. Karena lazimnya sang imam memimpin niat puasa sebelum Tarawih bubar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here