New Normal, CFD dan Pasar Wisata Mataram Kembali Dibuka

0
65

pekalongankota.or.id, Memasuki era New Normal, Hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) di sepanjang Kawasan Lapangan Mataram Kota Pekalongan kembali digelar pada Minggu,(5/7/2020). Jajaran pengamanan darI TNI,Polri dan Satpol PP serta Dinas Perhubungan setempat dikerahkan untuk menjaga ketertiban di kawasan tersebut. Dibukanya kembali kegiatan CFD ini pun disambut senang oleh masyarakat Kota Pekalongan dengan memanfaatkannya untuk berolahraga dan bersantai ria dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz,SE mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan telah memberlakukan New Normal dengan membuka aktivitas kegiatan masyarakat secara bertahap, termasuk membuka kembali kegiatan CFD sebagai upaya memberikan ruang terbuka untuk masyarakat berolahraga dan menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS).

“Dalam rangka menyambut New Normal ada beberapa aktivitas kegiatan masyarakat, kami buka kegiatan Car Free Day di Kawasan Lapangan Mataram ini yang juga berdekatan dengan Pusat Pemerintahan. Hal ini kami lakukan agar memberikan ruang seluas-luasnya untuk warga yang ingin berolahraga, bisa hidup sehat tanpa khawatir adanya polusi serta bisa menerapkan PHBS,” tutur Saelany usai membuka secara langsung Soft Launching Car Free Day Kawasan Mataram, Minggu (5/7/2020).

Saelany berharap dengan digelarnya kembali kegiatan CFD ini, tidak hanya memberikan warga Kota Pekalongan berolahraga namun juga sebagai ajang untuk warga berkegiatan sosial lainnya. Disamping kegiatan CFD yang sudah dimulai hari ini, lanjut Saelany, Pemerintah Kota Pekalongan juga sudah mengizinkan operasional kegiatan Wisata Pasar Kawasan Mataram secara perdana yang dikhususkan bagi pedagang ber KTP Kota Pekalongan dalam era New Normal di tengah Pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan ini juga, secara perdana kami mengaktifkan kembali Pasar Kawasan Mataram yang betul-betul ditertibkan, pertama dibuka ini untuk pedagang asli warga Kota Pekalongan, karena kami ingin perekonomian Kota Pekalongan tidak terhenti, dan kami menginginkan adanya suatu icon pasar wisata di Kota Pekalongan melalui penataan yg menarik dan disiplin protokol kesehatan bisa dipenuhi, kompleks taman tidak boleh untuk jualan, kemudian di kawasan ini ada hiburan untuk warga bersantai,” terang Saelany.

Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menambahkan pihaknya terus menekankan meski sudah diberlakukan New Normal, namun masyarakat Kota Pekalongan tetap harus konsisten menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan demi kebaikan bersama.

“Pemkot Pekalongan beberapa waktu lalu memang meniadakan Pasar Kawasan Mataram karena situasi dan kondisi Covid-19. Hari ini dengan diberlakukannya New Normal walaupun pandemi Covid-19 masih ada, kami berharap kesadaran semua masyarakat Kota Pekalongan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara konsisten seperti wajib menggunakan masker, jaga jarak aman, rutin cuci tangan dengan menggunakan sabun. Kami lihat hari ini di Pasar Mataram sudah tertib namun ke depan tetap kami evaluasi, karena masih ada beberapa pengunjung maupun pedagang yang belum memakai masker. Mari kita sama-sama menjaga ketertiban Kota Pekalongan ini di era New Normal agar semua tetap kondusif, roda perekonomian tetap berjalan, masyarakatnya patuh protokol kesehatan,” imbuh Aaf, sapaan akrabnya.

Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Wisata Mataram (PPWM), Arif Fiyanto mengucapkan terimakasih dan mengaku senang atas dibukanya kembali Pasar Wisata Mataram ini. Menurut Arif, jumlah pedagang di Kawasan Mataram yang merupakan warga Kota Pekalongan sebanyak 205 orang, namun karena adanya pembatasan kuota, maka sementara ini hanya bisa mendapatkan porsi 138 orang yang berjualan di kawasan Mataram pada Minggu pagi ini.

“Alhamdulillah kami diizinkan untuk mulai berjualan kembali di kawasan ini. Ada beberapa ketentuan yang menjadi kesepakatan bersama yaitu protokol kesehatan karena situasi masih pandemi, dan menghindari kerumunan massa, kami membuka penataan baru, kemaksimalan pedagang ada yang belum berjualan meskipun domisili Kota Pekalongan karena kuota yang terbatas, syarat dengan jalan harus terbuka 4 meter,  jaga jarak minimal 1,5 meter, luas daerah 5700 meter, total pedagang asli Kota Pekalongan sejumlah 205 pedagang, namun kami hanya mendapatkan 138 kuota pedagang. Ini akan menjadi evaluasi bersama untuk ke depannya semoga bisa diakomodir lebih baik lagi penataannya,” beber Arif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here