Pemkot Santuni Keluarga Korban Pembunuhan

0
44

pekalongankota.or.id, Sebagai wujud belasungkawa dan kepedulian terhadap warganya, Pemerintah Kota Pekalongan menyantuni keluarga korban pembunuhan pelajar SMK bernama Muhammad Arya Sofa (17) yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di perut dan leher di bantaran Sungai Kalibanger, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz,SE beserta jajaran menyambangi langsung kediaman rumah korban yang berada di Kelurahan Setono, Sabtu (18/7/2020).

Di hari yang sama, Walikota juga memberikan santunan serupa kepada keluarga korban pembunuhan yang jazadnya ditemukan di belakang eks dealer mobil pada April lalu bernama Surya Maulana (14). Tersangka berinisial KNP atau NK (17) yang telah ditangkap bersama pacarnya S (16) oleh Satreskrim Polres Pekalongan Kota beberapa waktu lalu mengakui bahwa dirinya telah melakukan perbuatan keji tersebut dengan motif ingin menguasai harta benda korban. NK mengatakan, beberapa hari terakhir merasa tertekan dengan permintaan kekasihnya yang menuntut untuk segera dinikahi. 

Saelany menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban. Beliau berharap semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kelapangan dada.

“Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan,kami menyampaikan duka cita dan melakukan takziah ke kediaman korban. Ternyata salah satu orangtua dari korban merupakan pekerja sosial TKSK yang saat ditemukan jazad anaknya dilaporkan hilang sejak 18 April lalu. Karena memang jazadnya saat ditemukan tidak ada kartu identitas dan tidak dapat dikenali karena telah membusuk. Semoga kedua almarhum diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, lapang dada,” terang Saelany.

Salah satu ayah korban dari Surya Maulana menceritakan kronologis dari anaknya yang sempat hilang beberapa bulan lalu sebelum ditemukan tewas terbunuh. Posisi mayat anaknya atau korban ketika ditemukan dalam posisi tengkurap, batok kepala sudah mulai rusak, dan bagian kaki sudah mulai dikerubuti lalat dan belatung dan ditutup terpal atau banner di belakang eks dealer Daihatsu. Kemudian korban dimakamkan di TPU Sapuro   oleh Dinsos setempat.

“Pelaku adalah teman facebook anak saya dan merampas motor anak saya. Saat ditemukan mayat anak saya yang bernama Surya Maulana merupakan anak ketiga dari 4 bersaudara, memang dalam kondisi yang tidak dapat dikenali karena sudah membusuk dan tidak bawa identitas diri. Anak saya sempat hilang beberapa hari sebelum ditemukan tewas terbunuh dengan tali/kawat dan bambu dengan pelaku yang sama dengan kasus kejadian pembunuhan pelajar di bantaran Sungai Kalibanger dengan motif ingin memiliki motor korban yang akan dijual untuk menikahi pacarnya,” papar Antariksa,ayah korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here